Sebagai generasi muda calon penerus bangsa, terus terang saya lupa kalau hari minggu kemarin adalah hari sumpah pemuda. Mungkin karena di kampus tidak ada upacara bendera layaknya disekolah. Kalau empat tahun lalu saya pasti ingat, lha wong saat itu di SMA saya orang bertanggung jawab menyiapkan upacara koq. Dari petugas hingga perlengkapannya.
Sebenernya gak penting juga sih saya ingat atau tidak. Kalua pun ingat trus mau ngapain? Gak ngapa-ngapain juga kan?! Tapi yang menarik saat nonton berita di televisi, banyak orang yang lupa ditanya kalimat sumpah pemuda itu. Pinter juga reporternya, tanya sama pak tentara yang sedang berseragam. Untung dia bisa jawab, walaupun sempat mikir dan urutannya terbalik. Tak apa, tidak terlalu parah. Tidak terlalau malu-maluin komandannya.
Terus terang kalau saya yang ditanya ya butuh waktu beberapa detik juga buat loading. Tapi intinya saya tau lah, berbangsa satu bangsa Indonesia, bertumpah darah satu tanah air Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Gitu ya? Bener gak sih? Correct me if I’m wrong.
Kira-kira para pejuang sumpah pemuda dulu bakal kecewa dan sakit hati nggak ya jika generasi muda sekarang lupa teks sumpah pemuda? Semoga saja mereka berfikir bukan hafalnnya yang penting, tapi pengamalannya. Lalu apakah pengamalannya juga sudah memuaskan?
Saat ini saya kuliah di universitas yang bisa dibilang miniatur Indonesia, mahasiswa ada hampir dari seluruh pelosok negeri. Tentu saja, bahasa Indonesia menjadi bahasa utama dalam pergaulan sehari-hari. Masalahnya temen saya mana ngerti kalu saya tanya, “lagi ngopo kowe? PR’e wis rampung durung?” Tapi kalau pembicaran antar teman sedaerah sepertinya hampir semua menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Roaming deh jadinya. Saya juga begitu sih. Habisnya aneh kalau harus pakai bahasa Indonesia. Kaku rasanya. Uniknya lagi, diforum diskusi terbesar di kampus saya, ada sebuah tren pemakaian bahasa daerah. Kalimat seperti, “makasih, awak unduh dulu ya kaka…” atau “ah, lama kali pun kau ini, macem betol aja…” umum digunakan. Ini bahasa Indonesia bagian mana ya?
Ngomong-ngomong kalau ada blog dengan bahasa daerah gimana ya? Menyalahi sumpah pemuda nggak?



