Hey..kamu, yang memperhatikan ku dari seberang sana.
Yang mengintip ku dari balik jendela cyber.
Kemarilah. Duduk lah sejanak dihadapan ku.
Kita nikmati gerimis dan kita hitung bersama curahnya.
Dari tenda ini.
Ditemani sepiring roti panggang dan parutan keju yang melimpah.
Serta secangkir capucinno hangat.
Bukan.
Bukan untuk berdebat.
Tidak.
Aku tidak bermaksud meminta nasihatmu tentang apa yang sedang aku hadapi.
Atau meminta diajari tentang bagaimana menaklukan takdir.
Aku tahu.
Kamu tak sedikit pun lebih baik dari aku dalam hal itu.
Tapi…
Mari kita berbincang. Tidak tentang kamu dahulu atau aku dahulu.
Melainkan tentang kita sekarang dan esok.
Tentang sound barrier yang sedang kita hadapi.
Tentang akselerasi yang harus kita lakukan untuk melewati mach 1.
Tentang shock wave yang harus kita taklukan.
Lupakan swept wing. Kita harus menghadapinya, bukan menundanya.
Dan aku butuh kamu.
Karena aku tak mampu melakukannya sendiri.
—
“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present.”
[Oogway, Kung Fu Panda]




kamu itu sapa ki??? emang emon dah ga bisa diandalin lagisampe butuh ‘kamu’ buat naklukin soundbarrier, akselerasi, shockwave dan swept wing??? atau desprete abis ujian perancangan…
ki…
kamu itu siapa, huayyoooo??
wew ^ ^
ngikutin bu Ana ya, Ki?