Komputer itu she. Flashdisk gue she juga ternyata.
Baru saja dapat musibah. Bayangakan ketika tidak ada materi apa-apa ditangan tapi kelas harus tetap berjalan. Lalu 2 jam mau ngapain coba? Cerita yang serem-serem. Ngegosipin artis. Ah, main kartu atau karambol lebih seru sebenernya. Tapi sayang tidak ada kartu remi atau papan karambol.
Tempo hari diminta ngisi 2 sesi kelas Professional Web Programmer (PWP) untuk materi web design, yaitu membuat template web dengan Photoshop dan Dreamweaver. Kuliah astro baru kelar jam 4, padahal kelas PWP jam 7 malem. Alhasil beres astro langsung balik bikin slide dan menyiapkan segala sesuatunya, bahan-bahan latihan dan tetek bengeknya (eh, teteknya siapa yang bengek ya..?). Berangkat ke ComLabs pun penuh perjuangan melawan hujan.
Begitu sampai di RPS 2, dan bermaksud memindahkan slide dan file-file latihan, flashdisk gue not recognize. Langsung otak ini membuka memori setengah tahun lalu saat flashdisk gue yang dulu mengalami hal serupa di warnet Ganto. Sejak saat itu flashdisk gue gak bisa dipake lagi. Benar sekali, hal serupa terjadi lagi kali ini. Arrggghhhhh…gue langsung mengumpat, “Dasar she!”. Seandainya hal ini terjadi sama Eling, dia pasti akan berkata, “Monyong..!!”. Atau pada Yudi, yang pasti berkata, “Ngeheee..!”. Atau juga pada Yunus, yang rasanya akan berkata, “Innalillahi wa’innaillaihi rojiun..”.
Yeah, but show must go on! Beruntung akses intenet dari komputer instruktur maupun peserta, ramai lancar. Tidak seperti biasanya yang padat merayap. Alhasil, bermodal kemampuan membual, gue ngajar tanpa slide. Ya, gue emang pandai membual, kecuali di depan makhluk bernama wanita. Mungkin karena terlalu jujur itulah sampai sekarang masih jomblo. Haha..curhat colongan.
Intinya dua jam berlalu dengan 45 menit bualan gue, dan sisanya latihan bareng membuat ulang desain halaman okezone.com.
Eh, tau gak kenapa flashdisk gue, gue bilang ’she’? Berawal dari joke seorang dosen ketika hari senin lalu gue dan kelompok gue mengeluh soal tugas besar kuliah finite element,
Nyebelin nih Pak komputernya. Udah kami bikin modelnya susah-sudah, meshing-nya susah, bikin spring element ribet, eh pas di-run gak mau..
Dan beliau menjawab dengan ringan.
Ya, karena komputer itu ’she’. Dia suka gak bisa dipake pas kita lagi butuh. Hahaha..
Hah, ada-ada aja. Tapi memang dalam engineering ada filosofi bahwa ketika sesuatu itu didesain untuk dapat gagal, maka ia akan gagal pada saat benar-benar dibutuhkan. Ini baru bener. Dan ini terjadi pada flashdisk gue kemarin. Sial.
Huh, harus beli flashdisk lagi nih. Btw, ada yang tahu dimana beli flashdisk yang ‘he’?




semua flashdisk itu “she”, Ki.
soalnya harus dicolok ke colokan “he”
yehhhhhh.. belum tentu kali gw bilang monyong… sotoy lu..